Tampilkan postingan dengan label Peternakan Sapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peternakan Sapi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 April 2011

Menduga Bobot Sapi : Seni Usaha Sapi !!!


GOOD MOOOOOOOO-RNING....

Hai sob, postingan kali masih akan membahas tentang mencari sapi bakalan sebelum dilakukan usaha penggemukan…. Kalau sebelumnya cacak jelaskan pentingnya menduga usia sapi agar bisa mendapat untung yang maksimal, kali ini cacak akan menjelaskan tentang menduga bobot sapi bakalan sob…. :)
Menduga bobot sapi ini hal yang sangat menentukan nilai ekonomis sapi bakalan yg kita beli sob apakah harganya kemahalan  ataukah justru harganya dapat murah.... kalo ternyata dapatnya kemahalan sih sebetulnya juga tidak apa-apa kok, tetep bisa untung… tetapi membutuhkan waktu pemeliharaan yang lebih lama agar profit yang diperoleh bisa menutup harga bakalan yang kemahalan tadi….

Minggu, 27 Maret 2011

Keluh Sapi : Teknik Mengendalikan dan Menangani Sapi


GOOD MOOOOO-RNING …..

Sapi merupakan jenis ternak yang besar dengan tenaga yang sangat besar pula sob… keberadaan tanduk pada sapi dan juga sifat sapi yang suka menendang juga perlu diperhatikan… maka dibutuhkan suatu teknik atau keterampilan khusus untuk menangani (handling) sapi terutama ketika akan dilakukan perlakuan khusus sehingga ternak dibawa keluar kandang… perlakuan tersebut misalnya untuk dilakukan penimbangan bobot rutin, pengawinan, pemeriksaaan kesehatan, pemindahan kandang, maupun untuk keperluan transportasi… dengan penanganan sapi yang tepat akan meminimalkan perlawanan dari sapi, dan tentunya akan mengurangi resiko cedera pada sapi…

Sapi berat 1 ton lebih memiliki kekuatan yg sangat dashyat...

Sapi yg diumbar akan lebih mudah digembalakan dgn adanya tali keluh

Salah satu cara yang digunakan untuk handling sapi adalah ikatan tali… ikatan ini merupakan simpul-simpul tali yang berkait, mulai dari leher kepala sampai dengan lubang hidung. tali keluh merupakan tali yang menembus lubang hidung sapi dari kanan ke kiri… Sapi yang sudah dikeluh (dipasang tali keluh) ini menjadi lebih terkendali dan lebih mudah dibawa kemana-mana. Setiap kali tali keluh ini ditarik sapi akan merasa sakit sehingga menghentikan perlawanannya. Pernah mendengar pepatah “tak berdaya bagai kerbau dicocok hidungnya” sob? Nah kurang lebih pepatah tersebut menggambarkan betapa sapi menjadi tak berdaya ketika ditarik tali keluh nya…


cincin keluh (ring nose) sebagai alternatif dari tali keluh

Keluh dipasang dengan cara menusukkan tang penusuk hidung atau pasak bambu runcing pada sekat antara lubang hidung kiri dan kanan yang telah diolesi antiseptic terlebih dahulu untuk menghindari infeksi. Setelah sekat hidung sapi berlubang, kemudian dipasang cincin atau tali. Proses keluh ini apabila dilakukan dengan tepat sasaran tidak akan menimbulkan luka karena yang tertusuk adalah selaput tulang rawan pada hidung sapi... apabila sedikit meleset pun sebenarnya tidak masalah namun akan terjadi pendarahan akibat luka di hidung sapi…


tali keluh membantu pengaturan sapi dalam kandang intensif
 
Pemasangan keluh pada sapi sebaiknya dilakukan ketika sapi masih berusia muda, kalo bisa sebelum giginya poel, hal ini terkait dengan tulang selaput tulang rawan yang masih lunak, proses recovery yang lebih cepat pada sapi muda, kekuatan sapi yang belum begitu besar, serta agar tidak mengganggu proses penggemukan ataupun produksi susu. Biasanya setela pemasangan keluh akan mengakibatkan stress pada sapi sehingga sapi menjadi tidak nafsu makan.. apabila sapi tersebut mengalami stress nya pada usia produktif tentu berpengaruh pada hitungan bisnis...  tentunya tidak kita harapkan bukan sob?

Berikut cacak posting video dari proses pemasangan keluh pada sapi...

Proses persiapan pasak yang terbuat dari bambu...



Proses pelubangan rongga hidung sapi...


Demikian info dari cacak tentang sapi kali ini.... semoga bermanfaat ya sob.... :)

Jumat, 25 Maret 2011

Menduga Umur Sapi : Menemukan Momen Sukses Penggemukan Sapi !!!




GOOD MOOOO-RNING..... :)

Pada suatu usaha pengemukan sapi (fattenning) tentunya dibutuhkan bakalan sapi-sapi muda untuk dibudidayakan. Baik atau tidaknya sapi yang kita gemukkan tentunya sangat dipengaruhi oleh bakalan sapi tersebut. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam seleksi sapi bakalan antara lain :
  1. Jenis bangsa sapi
  2. Informasi tetua
  3. Postur tubuh
  4. Data kelahiran
  5. Bobot tubuh
  6. Usia
Bakalan sapi limousin unggul dalam postur tubuh

Faktor nomor 1 sampai 3 erat kaitannya dengan faktor internal yaitu genetik atau sifat-sifat bawaan dari induknya. Faktor genetik ini wajib diketahui dan disesuaikan dengan tujuan budidaya sapi kita. Misalnya keturunan sapi Limousin yang panjang dan tinggi cocok untuk digemukan sampai benar-benar padat kemudian dipotong. Berbeda dengan keturunan sapi PO lebih cocok untuk diproyeksikan sebagai ternak kurban di hari Idul Adha.
 

Bakalan Sapi Simental, berapakah umurnya?

Sedangkan faktor nomor 4 sampai 6 lebih erat kaitannya dengan ”business timing” atau hitungan momen bisnis. Seperti pernah cacak ceritakan mengenai konsep ADG, bisnis penggemukan sapi adalah bisnis yang berpacu dengan waktu.. semakin cepat bobot sapi bertambah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, tentu semakin besar pula keuntungan yang akan diperoleh sob.... nilai ADG dari seekor sapi akan berbeda-beda disepanjang umur sapi tersebut.. misalnya, sapi usia 1.5 – 2 tahun ternyata memiliki ADG yang lebih besar dari pada sapi usia 3 tahun misalnya... akan tetapi bukan berarti semakin muda sapi bakalan akan semakin cepat laju pertambahan bobotnya... Penjelasan dari salah seorang rekan cacak hal itu disebabkan pada usia-usia pertumbuhan tertentu, nutrisi sapi muda ternyata diserap lebih banyak oleh tulang untuk tumbuh keatas... semakin banyak dan bergizi pakan yang dicerna oleh sapi pada usia tumbuh tersebut, bukannya semakin berat massa tubuhnya, justru sapi tersebut bertambah tinggi dan panjang tubuhnya... tentunya bukan ini yang kita harapkan dalam bisnis penggemukan sapi bukan sob? ;)

ADG = Money Earn / Time Unit

Melihat pentingnya melihat ”business timing” dalam usaha penggemukan sapi, mengetahui usia sapi bakalan dengan akurat tentu wajib hukumnya. Namun sejauh ini pencatatan di peternakan masyarakat Indonesia masih lemah sehingga setiap individu sapi  tidak memiliki catatanyang jelas. Oleh karenanya perlu diketahui cara pendugaan umur sapi. Pendugaan umur pada sapi  bisa dilakukan dengan beberapa cara antara lain sbb:


Pedet sapi kunci penting usaha peternakan

Pendugaan umur berdasarkan lepasnya tali pusar
Pendugaan lepasnya tali pusar hanya bisa digunakan pada pedet yang baru lahir. Umumnya tali pusar akan lepas dari tubuh pedet setelah kira-kira 7 hari dari saat kelahiran... pada waktu dilahirkan pusar masih tampak basah dan tidak berbulu, setelah umur 3 hari tali pusar terasa lunak bila diraba.... pada umur 4-5 hari tali pusar mulai mengering, sementara pada umur 7 hari tali pusar mulai lepas serta bulu sudah mulai tumbuh...



perhatikan baik-baik tanduk sapi ini, semacam ada cincin yang melingkar

Pendugaan umur sapi berdasarkan cincin tanduk
Pendugaan umur sapi juga bisa dilihat dari jumlah cincin pada tanduknya. Namun demikian cara pendugaan ini kurang akurat karena didasarkan dari pengaruh pakan atau musim.. pada musim hujan pakan akan melimpah sehingga sapi mendapatkan pakan dalam jumlah yang cukup dan bergizi, dengan demikian pertumbuhan tanduknya akan berlangsung optimal... sedangkan pada musim kemarau sapi akan mendapatkan pakan dengan jumlah yang sedikit dan kurang bergizi, sehingga pertumbuhan tanduk juga akan terhambat yang ditandai dengan mengecilnya diameter tanduk. Pengecilan diameter tanduk ini akan membentuk ”cincin” pada tanduk... dengan demikian tiap tahun akan terbentuk satu cincin pada tanduk...

Adanya cincin pada tanduk juga bisa dikaitkan dengan kebuntingan lho sob, sapi betina yg sedang bunting akan membutuhkan zat pakan yang lebih tinggi, sementara pada saat kemarau kebutuhan nutrisi yang tinggi tersebut tidak sepenuhnya bisa diperoleh... untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi janinnya, induk sapi akan membongkar cadangan lemak dan protein tubuh, padahal protein tersebut juga dipergunakan untuk pertumbuhan tanduk, sehingga pertumbuhan tanduk akan terhambat sehingga terbentuklah cincin pada tanduk...

Adapun pedoman penentuan umur berdasarkan kondisi tanduk dan cincin pada tanduk sbb :
  1. jika bakal tanduk terasa agak menyembul dan keras saat diraba, umur pedet diperkirakan sekitar 1 bulan
  2. jika tanduk sudah mulai tumbuh sekitar 3 cm, diperkirakan umur pedet sekitar 5 bulan
  3. jika tanduk sapi tumbuh sekitar 10 cm diperkirakan umur sapi sekitar 1 tahun
  4. jika tanduk tumbuh sekitar 15 cm, diperkirakan umur sapi sekitar 1,5 tahun
  5. jika muncul 1 cincin pada tanduk diperkirakan umur sapi sekitar 3 tahun
  6. diatas usia 3 tahun akan terbentuk satu cincin setiap tahunnya, misalnya sapi dengan 6 cincin pada tanduk diperkirakan berumur 8 tahun.




Memeriksa kondisi gigi sapi...

Pendugaan umur sapi berdasarkan kondisi gigi
Pendugaan umur melihat kondisi gigi adalah cara yang paling akurat sob...jumlah gigi pada sapi adalah sebanyak 32 buah (12 pada rahan gatas dan 20 pada rahang bawah)... rahang atas terdiri dari 6 gigi geraham tetap (dentis molaris) dan 6 gigi geraham berganti (dentis premolaris)... Sedangkan rahang bawah terdiri dari 6 buah gigi geraham tetap, 6 buah geraha berganti, dan 8 buah gigi seri....

Bagan gigi dan tengkorak sapi

Pendugaan umur sapi melalui kondisi gigi diliat dari pergantian antara gigi susu dengan gigi tetap, atau istilah umumnya adalah gigi poel... akan tetapi pengaruh masak lebih dini atau lebih lambat juga perlu diperhatikan.. sapi-sapi bos taurus biasanya lebih cepat dewasa dibandingkan bos indicus sehingga pergantian gigi seri susu menjadi gigi seri tetap lebih cepat.... berikut panduan pendugaan umur sapi dilihat dari kondisi dan pergantian gigi....

Panduan umur sapi dilhat dari kondisi gigi

Demikian info dari cacak, semoga bisa bermanfaat bagi sobat-sobat yang sedang hunting bakalan untuk digemukkan... :)

Selamat mencoba sob..... :)


"Semua orang punya waktu, tapi hanya sebagian yang punya momen..."

Senin, 07 Maret 2011

Bangsa-bangsa Sapi : Puzzle Sukses Usaha Sapi


 GOOD MOOOOO-RNING….


Apa kabar sob? Terima kasih masi tetap setia stay tune di blog saya yang masi membahas seputaran usaha sapi… :) nah di edisi kali ini cacak akan ceritakan jenis-jenis sapi , serta penjelasan sederhana mengenai karakteristik sapi dilihat dari jenisnya, serta tentunya manfaat mengetahui jenis-jenis sapi tersebut memulai usaha sapi ini….

Ada banyak sekali bangsa sapi yg kita kenal, namun secara umum ada 3 rumpun (ras) sapi, sbb sob:

  1. Bos Taurus (bangsa sapi yang berasal dari Inggris dan Eropa selatan)
  2. Bos Indicus (bangsa sapi yang berasal dari Asia dan Africa)
  3. Bos Sondaicus (bangsa sapi yang terdapat di semenanjung Malaya dan Indonesia)

Bangsa-bangsa sapi dari Inggris  

Sekelompok sapi di Skotlandia yang beriklim dingin laut khas Britania Raya

Dibandingkan dengan bangsa-bangsa sapi dari Eropa selatan, bangsa-bangsa sapi Inggris umumnnya menunjukkan ciri-ciri sbb:
-         Lebih cepat dewasa (secara seksual) dan menjadi gemuk lebih awal
-         Tidak tumbuh secara cepat dan bobot dewasanya (maksimal) lebih sedikit
-         Ototnya lebih sedikit
-         Fertilitas tinggi
-         Beranaknya lebih cepat
-         Masa hidup dan masa reproduksinya lebih panjang

Dengan karakteristiknya tsb, bangsa sapi inggris dipertimbangkan  sebagai bangsa induk dalam proses persilangan, karena diharapkan sapi bangsa inggris tersebut bisa menyumbangkan sifat-sifat yang dianggap penting nagi induk pedaging yang produktif...
Beberapa bangsa sapi Inggris antara lain Angus, Galloway, Balted Galloway, Hereford, Polled Hereford, Shothorn dan Polled Shothorn... dari sekian banyak itu yang paling popular dikalangan peternak di Indonesia adalah jenis Sapi Angus dan turunan silang dari sapi Angus…
 
Sapi Angus, ciri utamannya tubuh berwarna hitam dan tidak bertanduk

Sapi Angus ini berasal dari daerah Skotlandia bagian timur laut yaitu daerah Abeerdeon, Banff, Kencardine, dan Angus. Sapi ini berwarna hitam dan tidak bertanduk, tubuh pendek, postur yang dalam, punggungnya lurus, loin lebar dan tertutup dengan baik. Berat induk dewasa rata-rata 1.000 lbs (453.4 kg) dengan produksi susu yang baik. Angus betina mengungguli bangsa-bangsa lain dalam hal fertilitas (kesuburan) dan kemudahan dalam beranak.
Bangsa sapi Angus ini hampir murni untuk sifat tak bertanduk dan Angus jantan dapat diharapkan menghasilkan keturunan 100% tak bertanduk. Sapi Angus membawa gen merah resesif. Pedhet sapi Angus secara cepat menjadi gemuk dan tingkat grade choice tercapai pada bobot badan yang relatif ringan. Untuk dagingnya, sapi Angus ini sendiri lebih marbling (berlemak) dari pada daging sapi jenis lainnya. Artinya tingkatan kualitas daging sapi Angus acap kali lebih tinggi dibanding sapi bangsa lain.



peternakan sapi Eropa daratan dgn iklim yg lebih hangat dibanding Britania

Bangsa-bangsa sapi Eropa daratan 
Bangsa-bangsa sapi dari Eropa daratan pada umumnya lebih muscling (berotot) daripada bangsa sapi dari Inggris, serta memiliki kemampuan produksi daging yang diatas rata-rata bangsa sapi dari daerah lain. Beberapa bangsa sapi Eropa daratan antara lain : Aubrac, Europian Friesian, Charolais, Chianina, Limousin, Maine-Anjou, Marhigiana, dan Simmental. Di Indonesia bangsa yang paling jamak dikenal oleh masyarakat adalah bangsa Friesian, Limousin, dan Simmental.


Sapi Friesian brand ambassador industri susu..
  
Sapi Europian Friesian atau Friesian Holstein, atau populer disebut sapi FH dan dikalangan peternak jawa disebut dengan Sapi Ndawuk, merupakan bangsa yang paling populer di Eropa bersama-sama dengan Simmental. Sapi FH ini memilik tubuh yang besar, perototan yang kuat, dan matang secara seksual lebih dini, mampu memproduksi susu dalam jumlah yang banyak tetapi pertumbuhan dan perototannya kurang berkembang. Melihat karakteristik tersebut, maka sapi FH cenderung lebih dipertimbangkan sebagai Induk daripada sebagai bangsa pejantan. Berat dewasa sekitar 1.350 lbs (612 kg) dan mencapai grade choice pada berat sekitar 1.200 lbs (544 kg). Dipeternakan sapi perah hampir bisa dipastikan bahwa penghuni kandang-kandangnya adalah sebagian besar sapi Friesian. Hal inilah yang mengakibatkan sebagian besar industri susu pasti menggunakan sapi FH bentol-bentol hitam putih ini sebagai brand ambasadornya sob... 



Sapi Simmental, konon jenis sapi potong kualitas nomor satu..

Sapi Simmental (Fleckfieh, Pie Rouge) merupakan sapi dengan populasi paling banyak di Eropa bersama-sama dengan sapi Friesian. Bangsa sapi Simmental ini berasal dari Swiss, akan tetapi terus dikembangkan juga di Jerman, Austria, Perancis, serta beberapa negara Eropa timur. Di Jerman dan Austria sapi ini dikenal dengan sebutan  Fleckfieh, sedangkan di Perancis dikenal dengan nama Pie Rouge, sedangkan di Indonesia dikenal juga dengan sebutan Sapi Metal... barangkali karena lidah peternak Indonesia lebih mudah menyebut Metal, kurang lebih kira-kira begitu... hehehe...
Warna tubuh Simmental ini didominasi warna merah dan putih. Warna merah bervariasi dari kuning muda sampai merah tua. Bobot dewasa sekitar 1.500 lbs (680 kg) dengan kemampuan produksi susu yang hampir sama tingginya dengan sapi Friesian. Akan tetapi karena postur tubuh yang pendek kekar namun padat berisi serta potensi produksi dagingnya merupakan yang terbaik sehingga akhirnya sapi Simmental ini lebih banyak dimanfaatkan sebagai sapi potong...




Sapi Limousin, tinggi gagah panjang ramping sesuai dengan namanya

Sapi Limousin mendengar namanya tentu sudah bisa diduga bahwa sapi bangsa ini berasal dari Perancis. Cacak juga yakin bahwa sebagian besar dari anda akan tertawa dan bertanya kenapa kok namanya mirip dengan jenis mobil Limousin yang bentuknya panjang ramping tersebut bukan? Benar sob, sapi Limousin memiliki postur yang sangat bagus, tinggi kokoh, panjang dan langsing sehingga banyak dimanfaatkan sebagai sapi potong... Sapi Limousin berwarna emas bergradasi ke merah muda tanpa belang atau totol-totol warna putih, dan memiliki ciri khas alis dan warna bulu mata warna putih... Sapi Limosin sedikit lebih cepat masak secara kelamin dibandingkan dengan Simmental. Sapi ini termasuk dalam jenis berukuran sedang dengan berat rata-rata sapi dewasa sekitar 1.300 lbs (589 kg), grade choice dicapai pada bobot 1.150 lbs (521 kg). Dalam hal cutability, Limousin berada pada urutan tertinggi. Penampilan Limousin yang sangat berotot mengindikasikan bahwa cutabilitynya tinggi.



Sapi di padang rumput Asia adaptif dengan iklim tropis yang panas..
 
Bangsa-bangsa Zebu (bos Indicus)
Ciri khas dari Bangsa sapi Zebu adalah adanya gumba (punuk) di daerah punggung atau diatas pangkal leher, memiliki telinga lebar, kulit kendor, serta embun pada moncong tampak jelas. Secara fisiologis sapi Zebu jelas berbeda dengan bangsa sapi lain, terutama kemampuannya dalam melawan panas dan iklim tropis yang jauh lebih baik dari pada bangsa sapi lain. Namun demikian bangsa sapi ini lebih mudah terpengaruh oleh cekaman dingin dari pada bangsa bos taurus. Bangsa Zebu juga lebih mudah terangsang secara emosi dibandingkan bangsa lain, serta juga terlihat lebih cerdas. Beberapa bangsa sapi Zebu yang terdapat di India (Asia) dan Afrika antara lain /; Gir, Kankrey, Ongole, Hariana, Krishna Valley, Boran, Sokoto Gudali, Red Bororo, Africander, White Fulani, Sapi Bali, Sapi Madura, Sapi Jawa, Sapi Ongole, Sapi Grati, dan Sapi Kelantan.
Dari sekian banyak sapi Zebu, yang paling banyak dibudidayakan peternak Indonesia antara lain : Sapi Peranakan Ongole, Sapi Bali, dan Sapi Madura.


Sapi PO merupakan persilangan sapi Ongole dgn sapi lokal...

Sapi Peranakan Ongole atau yang biasa disebut dengan sapi PO adalah hasil persilangan antara sapi Jawa dengan sapi Ongole yang berasal dari India. Sapi Ongole dibawa ke Jawa pada permulaan abad ke-20 untuk dipergunakan sebagai tenaga kerja pada tanah perkebunan tebu. Sapi-sapi tersebut dikawinkan secara tidka teratur dengan sapi Jawa kemudian menghasilkan jenis yang disebut sapi Peranakan Ongole tersebut. Ukuran tubuhnya merupakan pertengahan antara kedua bangsa aslinya. Biasanya sapi ini berwarna putih - kelabu muda, tubuh besar panjang dengan leher pendek, kepala panjang, panjang telinga sedang dan sedikit menggantung, tanduk pendek dan gemuk mengarah keluar dan ke belakang, dengan punuk yang lenih kecil dari pada sapi Ongole. Sapi PO ini digunakan secara luas sebagai tenaga kerja untuk menggarap suatu lahan pertanian.




Sapi Bali jantan, ketika dewasa warnanya menjadi hitam

Sapi Bali Betina, berbeda warna dengan yang jantan
 
Sapi Bali merupakan keturunan banteng (bos sondaicus) yang telah dijinakkan.sapi ini banyak terdapat di pulau Bali. Berat jantan dewasa mencapai 800 lbs(363 kg) sedangkan yang betina sekitar 600 lbs(272 kg). Sapi bali merupakan ternak kerja yang sangat bagus dan digunakan untuk tujuan yang bermacam-macam. Anak sapi berwarna cokelat muda. Bulu sapi jantan yang telah dewasa berubah menjadi hitam, sedangkan yang betina tetap berwarna cokelat muda. Pada bagian pantat terdapat belang berwarna putih, baik jantan maupun betina mempunyai garis bulu hitam yang sangat tipis sepanjang bulunya.




Sapi Madura, dikenal sebagai sapi berukuran paling kecil di Indonesia

 Sapi Madura adalah bangsa sapi yang berasal dari pulau Madura merupakan hasil persilangan antara sapi Zebu dengan Banteng. Tubuh dan tanduknya relatif lebih kecil daripada sapi Bali. Namun tanda-tanda karakteristik lainnya hampir sama. Dengan pakan seadaanya, berat sapi jantan mampu mencapai 550 lbs (249 kg) sedangkan yang betina 450 lbs(204 kg). Warna bulu pada jantan dan betina sama seperti sapi Bali betina. Kaki di bawah lutut berwarna putih atau hampir putih, tetapi tidak sejelas pada sapi Bali.





Sapi-sapi Brahman punya ciri yg hampir sama : punuk ,tanduk, dan telinga

Bangsa Sapi Brahman dan Persilangannya
Bangsa sapi Brahman adalah sapi-sapi Zebu yang dikembangkan di Amerika. Beberapa diantaranya adalah American Brahman, Gyr, Santa Getrudis, Brangus, Braford, Beef Master, Barzona, dan Brahmental. Sedangkan yang cukup populer di Indonesia adalah Ammerican Brahman, Brangus dan Brahmental... kalau dilihat dua nama terakhir cukup jelas ya sob, ada unsur keturunan dengan sapi Angus dan Simmental....


American Brahman memiliki postur yg gemuk namu tinggi besar...
  
American Brahman  pada mulanya merupakan campuran tiga bangsa Zebu dari India, yaitu Guzerat, Neloore, dan Gyr. Menurut perkiraan American Brahman tersusun atas 60% darah Guzerat, 20% darah Gyr dan Indu Brazil, serta 20% darah Nellore. Dalam American Brahman juga mengalir darah bangsa Inggris tetapi tidak dapat dipastikan persentasenya...
Bangsa American Brahman ini dikembangkan karena adanya kebutuhan akan sapi-sapi yang toleran terhadap lingkungan subtropis di AS bagian selatan karena bangsa-bangsa sapi Inggris tidak mampu beradaptasi terhadap iklim panas. Sapi Brahman murni mempunyai fertilitas dan laju pertumbuhan lepas sapih yang rendah. Selain itu, daging sapi Brahman cenderung mempunyai palatabilitas dan marbling yang rendah




Sapi Brangus, hitam seperti Angus, tinggi dan berpunuk seperti Brahman
  
Brangus mulai dikembangkan antara tahun 1940-1950, dengan 5/8 Angus dan 3/8 Brahman. Sapi jenis ini memiliki tubuh hitam dan tidak bertanduk. Berat Brangus dewasa sekitar 1.250 lbs (577 kg)




Brahmental, kekar gemuk seperti Simmental, tinggi berpunuk seperti Brahman
 
Brahmental atau sering juga disebut Simbrah merupakan hasil persilangan antara Brahman dengan Simmental. Bangsa jenis ini masih dalam pengembangan dimana harus mengandung darah Brahman minimal 25% dan Simmental minimal 37.5%

Banyak ya sob, postingan kali ini emang panjang kali lebar, cacak aja sampe seharian ngerjainnya... heuheuheu... tapi hal ini sangat penting sob... karena menurut cacak hal ini sangat prinsip sekali ketika kita akan memulai bisnis sapi... mudah-mudahan bermanfaat ya sob dengan kita mengetahui jenis-jenis sapi, karekateristiknya, serta manfaat masing-masing.... :)




"Hidup ini seperti Puzzle, tersusun dari banyak potongan dengan ukuran, bentuk dan pola yang berbeda, untuk menyusunnya kita harus mengenal tiap bagian potongan tersebut"



Jumat, 04 Maret 2011

ADG : Parameter Kesuksesan Bisnis Sapi Potong






GOOD MOOOO-RNING........

Di postingan kali ini cacak kembali mebahas mengenai persapian… kalo kemaren udah dijelasin mengenai usaha sapi apa, anda harus mengetahui salah satu parameter dalam bisnis persapian, khususnya pada usaha sapi potong...

Penjelasan mengenai rumus dasar usaha sapi potong adalah sbb :

1 ekor bakalan (x kilogram) --> dipelihara sedemikian rupa --> cepet gemuk --> 1 ekor siap potong  (x + y kilogram)

dimana profit yang diperoleh adalah prosentase karkas dikali dengan (x+y kilogram) dikali dengan harga daging...


Nah, parameter keberhasilan suatu bisnis penggemukan sapi potong adalah besarnya (y kilogram) atau dengan kata lain pertambahan bobot yang diperoleh selama sapi tersebut dalam pemeliharaan... misal, pada awalnya cacak beli sapi 300 kilogram, kemudian cacak pelihara sedemikian rupa sehingga ketika tiba waktu panen bobot sapi naik menjadi 400 kilogram... dalam hal ini nilai (y kilogram) adalah 100 kilogram...

Pemahaman ini kemudian berkembang lagi, bahwa sapi yang sama-sama naik 100 kilogram, ternyata memerlukan waktu yang berbeda-beda... misal, cacak punya 2 ekor sapi, namanya Semar dan Bagong... Semar mendapatkan kenaikan bobot 100 kilogram dalam waktu 30 hari, sedangkan Bagong mendapatkan kenaikan bobot 100 kilogram dalam waktu 50 hari.... Nah, tentunya anda juga setuju kalo memelihara Semar lebih mengnutungkan dibandingkan dengan Bagong bukan sob? :)

Faktor waktu ini kemudian memunculkan konsep laju pertumbuhan yg disebut sebagai ADG yaitu Average Daily Gain atau Rata-rata Kenaikan Bobot Harian....

So simple kan sob.... dengan mengetahui ADG dari seekor sapi, kita bisa meperkirakan pertambahan bobot sapi, sehingga bisa diketahui pula keuntungan yang akan peroleh sob... cring cring cring.... :D
Misal anda memelihara sapi potong dengan ADG 1 kilogram/hari, artinya dalam waktu 30 hari sapi anda akan naik bobotnya kurang lebih 30 kilogram...

 

Emang ADG sapi besarnya berapa tho cak?
Ada rekan saya dari Muntilan, beliau terkenal dengan sebutan master karena bisa memelihara sapi dengan ADG sampai dengan 3 kilogram/hari... kalo sapi cacak sendiri sih masih disekitaran 1.5 – 2.25 kilogram/hari sob... tapi ya lumayan lah untuk ukuran pemula.... hehehe.... dan ada juga sapi dengan ADG minus karena bukannya naik, bobot sapi tersebut justru turun... hal ini tentunya harus dihindari karena akan mengakibatkan kerugian....

Oke, sementara gitu dulu sob penjelasan singkat dan sederhana tentang ADG, semoga bisa dipahami dan bermanfaat yak.... :)
Lebih dalam tentang ADG akan cacak jelaskan di postingan berikutnya......


”Sesuatu yang bisa diukur bisa dihitung, seseuatu yang bisa dihitung bisa dipahami, sesuatu yang bisa dipahami bisa dikendalikan”  --- Lab Statistik Teknik Industri ITS---

Rabu, 23 Februari 2011

Usaha sapi apa?


COW = MOOOOO-NEY


 
 


Kalo kemaren udah cacak jelaskan mengenai alasan mengapa kita layak mempertimbangkan suatu usaha sapi (WHY)… berikutnya cacak akan coba kasih penjelasan tentang usaha sapi itu sendiri (WHAT)… memang sebenarnya persapian itu sangat kompleks sekali… Cuma cacak akan coba sampaikan sedikit demi sedikit sehingga mudah anda pahami, dan tentunya bermanfaat… :)

Sebenarnya basic usaha sapi ada tiga mainstream,,, tiga saja, diluar usaha turunan dan tersier misalnya : usaha pupuk kompos, biogas, kulit dan lain-lain… apa saja tiga itu cak?

  1. Usaha peternakan sapi
  2. Usaha penggemukan sapi potong
  3. Usaha sapi perah

Penjelasan lebih lengkapnya sbb sob:

pedhet atau anak sapi
Usaha peternakan sapi
Pe~ternak~an maksudnya adalah usaha dalam skala besar dari be~ternak
Menurut kamus bahasa indonesia , arti kata be·ter·nak (kk) memiara dan mengembangbiakkan binatang (kuda, lembu, dsb)

Terlihat jelas disini aktivitas yang dilakukan adalah memelihara binatang sedemikian rupa sehingga bisa berkembang biak...

1 ekor --> dipelihara sedemikian rupa --> bunting --> 2 ekor atau lebih

gitu sob... so simple... so easy to find in our environmnent in Indonesia… Especially in Javaneese environtment that system is called “Nggaduh

satu siklus usaha “nggaduh” sapi adalah 9 bulan masa mengandung, plus 3 bulan masa menyusui sampai dengan anak sapi (pedhet) tsb siap dijual…

berapa duit sih cak harga pedhet itu?
Tergantung jenis keturunan, kondisi pedhet, usia dan potensi pedhet tsb sob... kisarannya sih antara 3.5 – 5 jutaan...



 
Sapi potong nan gedhe dan gemuk...

Usaha penggemukan sapi potong

Kalo untuk yang ini sepertinya gk perlu cacak jelasin secara harfiah yaa, soalnya cacak sensi ama yg kata ”gemuk”... curcol mode on :D

Usaha penggemukan sapi potong tuh ya sob, ya udah kita pelihara sapi dengan sedemikian rupa, biar cepet gemuk trus dipotong, dagingnya dijual laku mahal gitu...

1 ekor bakalan (x kilogram) --> dipelihara sedemikian rupa --> cepet gemuk --> 1 ekor siap potong  (x + y kilogram)

selanjutnya ya udah tinggal kita kalikan saja persentase karkas (x + y kilogram) dengan harga daging sapi perkilonya... cring cring cring... :D

emang harga daging perkilonya berapa cak?

Harga daging fluktuatif mengikuti harga yg berlaku di pasaran sob... juga bervariasi antar daerah satu dengan daerah lainnya... kalo untuk jawa tengah dan sekitarnya dikisaran Rp.40.000 – Rp.50.000/kilogramnya untuk di RPH ataupun di tukang-tukang jagal....

Kalo bobot sapi berapa sih cak?

Macem-macem juga sob,,, tergantung jenisnya... ada yang lokalan bobot 300an kilogram, sampai dengan 1 ton lebih... wihh... ngiler ngiler deh sob.... :D

Oh iya, hampir lupa... untuk usaha penggemukan sapi potong ini biasanya sapi jantan ya sob.... penjelasannya nanti di postingan berikutnya yak.... :)



Kegiatan memerah sapi...
Usaha sapi perah
Nah... kalo yang ini jelas yak... terutama kita-kita yang penggemar susu... heuheuheu... :D
Usaha ini ya gitu ya, dipeliharalah sapi-sapi betina, dipelihara sedemikian rupa, dibuat bunting, melahirkan, trus diperah susunya dong... makin banyak susu yang dihasilkan, makin besar pula keutungan yang bisa diperoleh... :)

Sapi betina --> dipelihara sedemikian rupa --> bunting --> laktasi --> susu diperah

Satu siklus usaha sapi perah dara (belum pernah hamil) terdiri dari 9 bulan masa bunting, partus (kelahiran), dan kemudian masa laktasi... 3 bulan kemudian sapi tersebut masuk masa birahi lagi dan siap dikawinkan lagi,  kemudian bunting, sampe usia bunting bulan ke-7 masi bisa diperah, kemudian stop sampe partus lagi... artinya untuk satu ekor sapi perah dalam waktu satu tahun, tediri dari 9-10 bulan masa produktif dan 2-3 bulan masa kering... Nah catet... karena adanya masa kering inilah, suatu usaha sapi perah harus memiliki banyak sapi.... informasi yg cacak dapet dari rekan pengusaha sapi perah, setidak-tidaknya harus punya 10-15 sapi perah agar usaha ini bisa berjalan menguntungkan....

Sebenarnya ada ”bonus” yg didapatkan dari usaha sapi perah ini, yaitu mendapatkan pedhet sebelum masa laktasi... akan tetapi tidak berlaku sebaliknya untuk usaha ”nggaduh”... loh, kenapa begitu? Perbedaan ada pada jenis sapinya... sapi non perah tidak bisa menghasilkan susu sebanyak yg dihasilkan sapi perah.... gitu sob... penjelasan lebih lanjut akan cacak posting kemudian yak....

Lho emang harga susu sapi berapa cak?
Harganya fluktuatif mengikuti harga pasar sob... kemudian berbeda juga kemana kita menjualnya... apabila menjual langsung ke end user entah untuk dikonsumsi langsung ataupun untuk diolah oleh pembeli tsb tentu harganya lebih tinggi... namun apabila kita kesulitan untuk pemasaran, susu bisa dijual ke KUD tentunya dengan harga yg lebih rendah.... Info yang saya dapatkan kisaran harga susu di KUD adalah Rp. 3.000 – Rp. 4.000/liter

Kalo susu yang bisa dihasilkan seekor sapi perah berapa liter cak?
Seperti mahluk hidup yang lain, produktifitas sapi perah juga dipengaruhi faktor-faktor jenis, keturunan, dan perawatannya... untuk seorang pengusaha sapi perah yang sudah berpengalaman susu yang didapatkan bisa mencapai 30 liter perhari dari seekor sapi perah.... yak...... monggo diambil kalkulatornya sob.... cring cring cring... :D


Gimana sob? Udah dihitung-hitung belum.... ya memang sangat menarik usaha sapi ini... ada beberapa hal, persyaratan, serta kriteria yang harus dipertimbangkan sebelum menentukan bisnis sapi seperti apa yang akan dijalankan.... dan sekali lagi seperti di postingan cacak yg pertama, usaha apapun bisa sukses asal dijalankan dengan cerdas, cermat, dan ulet.... cacak disini hanya sharing ke anda semua, selanjutnya sih terserah anda aja.... heuhueheu....

Yg terakhir dari postingan kali ini, anda tentu berpikir dari tiga macam bisnis sapi tersebut diatas.... peternakan sapi, penggemukan sapi potong, ataukah sapi perah?
Heee... monggo dipelajari dan dianalisis sendiri dulu.... cacak akan kasih tau di postingan berikutnya....
Good moooo-rning.....


Senin, 14 Februari 2011

Usaha sapi, kenapa tidak?

 
Hi, Good Mooooo-rning...

Sapi merupakan salah satu hewan ternak yang umum dan jamak dimiliki oleh masyarakat di Indonesia. Di daerah pedesaan kepemilikan sapi dianggap sebagai harta benda, alias kekayaan. Semakin banyak sapi yang dimiliki oleh seseorang, semakin dinilai kaya pula orang tersebut. Namun sekali lagi itu berlaku di desa lho…  nah bagaimana dengan di perkotaan?


Sapi Jawa (paling mudah ditemui di sekitar kita

Trus terang saya dulu juga agak ragu memilih berkecimpung di dunia sapi alias punya usaha dalam bentuk sapi. Bukan apa-apa, saya walaupun dulu besar di pinggiran kota Malang, dimana ada banyak sekali sapi-sapi tetangga disekitar, tidak melihat sense of business dari sapi-sapi tersebut. Harap maklum, di kampus saya dulu tidak pernah lho membahas potensi bisnis dari suatu peternakan. Segala studi kasus atau simulasi yang dilakukan selalu berkisar di produksi pabrik, analisa perdagangan produk-produk modern dsb... 

Sapi Bali (dikenal mudah dikembang biakkan)


Sapi qurban presiden SBY (jenis Limousin, 1.2 ton!)


Singkat kata pada suatu hari saya , seperti biasa ’mbonek , mencoba untuk mencari informasi tentang sapi dan peternakan. Dimulai dari mencari literatur tentang sapi, kemudian dengan rajin dan tidak malu-malu bertanya pada sahabat saya yang juga usaha sapi kecil-kecilan di Kalimantan, hingga ’mbonek main ke beberapa peternak sapi dan kandang sapi di seputaran Yogyakarta. Saya gali informasi sebanyak-banyaknya, saya catat, saya bertanya bila tidak mengerti, saya tanya pengalaman mereka mencari penghasilan dari hewan Ruminansia ini.

Suasana kandang sapi tradisional

Semua informasi itu, coba saya analisa dengan ilmu analisa ekonomi yg saya dapatkan di kampus dulu. Setelah diolah-olah, dihitung-hitung, dibanding-bandingkan, keluaran yang saya peroleh adalah : Usaha sapi adalah profitable dengan margin yang menarik *)
Ingat ya saya kasih tanda *) dimana syarat dan ketentuan berlaku hehehe...
Tidak perlu mengernyitkan dahi seperti itu sob! Usaha sapi sama saja kok dengan usaha-usaha yang lain, bisa untung apabila dilakukan dengan cerdas, cermat, dan ulet. :) 


Suasana peternakan sapi perah

Gimana tidak untung, lihat saja apa yang bisa kita jadikan dollar dari sapi ini... Daging, jeroan, kepala, kikil, cingur, buntut, dsb untuk dimakan dan industri; Susu untuk diminum dan diolah menjadi keju, ice cream, yoghurt, produk turunan lainnya; Kulit Sapi untuk industri olahan jaket, jok, sofa, dsb; hingga kotoran sapi (lethong) untuk industri pupuk kompos dan biogas. 


Bagan potongan daging sapi






Beef  Steak (hmm... i love its taste so much)

Keju untuk cita rasa yang lezat.. hmmm... :)


 Wait... it's not only about food... :)



Sofa pelengkap interior modern juga produk turunan sapi loh !





Tas kulit sapi pelengkap gaya hidup wanita karir


seorang pria sukses bisa dilihat dari kualitas sepatunya


Produk fashion dari kulit sapi bernilai ekonomis sangat tinggi


It's not only about  cow's leather either... :)

 


Pupuk kompos sebagai komponen penting pertanian


Biogas dari Lethong memiliki prospek bisnis yang cerah

Nah gimana sob, maknyus nggak tuh ? *wink*