Karena satu ide yang ditulis jauh lebih baik daripada sejuta ide di angan-angan.

Kamis, 06 November 2014

Beli token PLN (voucher listrik prabayar): Beli KWH atau Rupiah?

Migrasi listrik dari pasca bayar ke prabayar memang memiliki beberapa kelebihan, antara lain: pemakaian listrik jadi lebih terukur sehingga bisa lebih dikendalikan; cocok untuk rumah yang akan dikontrakkan untuk menghindari penyewa rumah lari dari kewajiban membayar pemakaian listrik selama rumah disewa dan meninggalkan tunggakan listrik yang mau tidak mau harus dibayar oleh pemilik rumah tersebut.



Seperti layaknya penggunaan telepon selular prabayar, penggunaan listrik prabayar ini juga punya kekurangan yang lumayan merepotkan, yaitu pulsa listrik prabayar bisa sewaktu-waktu habis dan mau tidak mau pengguna harus membeli pulsa untuk listrik tersebut. Dalam hal ini pulsa listrik lebih susah dibeli daripada pulsa telepon selular. Token PLN (voucher listrik PLN) sampai saat ini menurut pengetahuan Cacak masih belum bisa dibeli menggunakan internet banking, ataupun m-banking dan sejenis transaksi mobile yang lainnya.

Voucher PLN ini menurut pengalaman Cacak bisa dibeli di toko minimarket Alfamart, Indomaret, dan Carrefour; bisa dibeli di ATM bank BCA, BNI, dan mungkin Bank lainnya; serta melalui penjual online yang bisa merupakan reseller ataupun PPOB (Payment Point Online Bank). Nah Cacak mau berbagi sedikit tentang pengalaman Cacak membeli di tempat-tempat tesebut serta mencermati sebenarnya mana yang lebih murah untuk membeli token PLN tersebut.




Biasanya kita akan ditanya, “mau beli voucher listrik berapa?”. Nah ini yang perlu kita cermati baik-baik karena Cacak yakin tidak semua orang tahu satuan yang digunakan dalam jual beli pulsa listrik prabayar. Berbeda dengan pembelian voucher pulsa telepon selular -- yang cukup simpel menjelaskan bahwa bila seseorang membeli pulsa 100ribu rupiah, maka nanti akan masuk pulsa senilai 100ribu rupiah juga--, dalam pembelian token PLN ini, rupiah bukanlah satuan pemakaian, melainkan KWH.
Maksudnya begini, kita harus tau bahwa dalam pemakaian listrik sehari-hari satuan yg digunakan adalah KWH. Misalnya kalo kita nyalain pompa air dengan daya 200W selama sekian jam, maka nanti pulsa listrik kita akan berkurang sebesar sekian koma sekian KWH. Artinya yang kita harus ketahui dalam pembelian token PLN ini adalah dengan membayar sekian rupiah, kita akan mendapatkan berapa KWH sih?

Nah kalo sudah paham penjelasan barusan, berikut Cacak akan share pengalaman beli di beberapa tempat. Sebagai patokan perbandingan standar, dalam setiap pembelian Cacak menggunakan nominal pembelian yg sama yaitu sebesar Rp. 250.000,- selama rentang pembelian 4 bulan terakhir (Agustus – November 2014).





1. Pembelian di penjual online
Kemaren malam Cacak membeli token PLN di teman Cacak, sebesar Rp.250.000,-. Harga yang harus Cacak bayar adalah Rp.252.000,- (biaya administrasi dua ribu Rupiah)


SMS notifikasi transaksi berhasil yang Cacak terima tidak mencantumkan keterangan berapa KWH yang Cacak terima dari pembelian Rp. 250.000,- tersebut.


Kemudian Cacak hitung manual saldo KWH sebelum dan sesudah pengisian token PLN tersebut, didapatlah angka 179 KWH untuk pembelian  senilai total Rp.252.500,-


2. Pembelian di ATM BCA
Cacak melakukan dua kali pembelian token PLN via ATM BCA dengan nominal Rp.250.000,- pada bulan sebelumnya (Oktober – September).  Pembelian token PLN via ATM itu dikenakan biaya administrasi sebesar Rp. 2.500,- pertransaksi.



Dari dua kali transaksi via ATM ini Cacak mendapatkan 199 KWH untuk masing-masing pembelian senilai total Rp.252.500,-


3. Pembelian di gerai minimarket
Pembelian di minimarket (Alfamart) ini Cacak lakukan di bulan Agustus 2014 dengan nominal pembelian Rp. 250.000,-



Dalam struk penjualan token listrik PLN tersebut  dijelaskan bahwa Rp.250.000,- tersebut sudah termasuk biaya administrasi sebesar Rp.1.600,- serta dijelaskan bahwa pembelian tersebut sudah termasuk PPJ (Pajak entahlah, mungkin penjualan :p) sehingga bersihnya uang yang Cacak belikan listrik adalah sebesar Rp.  242.578,-
Dan  listrik yang Cacak dapatkan dari transaksi via gerai minimarket itu adalah ...... *TADDAA*.......  222 KWH  untuk pembelian senilai total Rp. 250.000,- tersebut.

NB: Sepengetahuan Cacak, tidak ada berita kenaikan TDL / harga token PLN selama periode tersebut. (CMIIW)

Semoga kedepannya bakal ada penjelasan/sosialisasi yg lebih baik dari PLN mengenai pembelian token / voucher listrik prabayar ini. Sebaiknya perlu dilakukan sosialisasi dan memasang posmat di tempat-tempat penjualan yang menjelaskan konversi dari Rupiah ke KWH. Misalnya 1.000 rupiah token PLN itu senilai dengan sekian-sekian-sekian KWH.

Salam syuper. ^^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

utk kirim komentar sertakan alamat email yah sob... keep contact... :)